Beranda Internet Kreator Tiktok Wajib Beri Label di Setiap Konten AI

Kreator Tiktok Wajib Beri Label di Setiap Konten AI

93
0
Kreator Tiktok Wajib Beri Label di Setiap Konten AI

Geworth TikTok mewajibkan pembuat konten untuk memberikan label khusus pada konten yang di produksi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sekarang, TikTok memperkenalkan fitur hashtag “yang di hasilkan AI” (di buat menggunakan kecerdasan buatan). Setelah di aktifkan, fitur ini memungkinkan pembuat konten untuk menandai konten gambar, video, audio, dan efek yang di buat menggunakan AI.

Label yang di hasilkan AI akan muncul di antara nama pengguna dan informasi lagu, seperti yang di tunjukkan di bawah ini. Fitur penamaan AI akan di luncurkan mulai minggu ini.

Tag yang di hasilkan AI pada konten TikTok ini merupakan upaya berkelanjutan TikTok untuk menyediakan konten yang transparan dan bertanggung jawab di platformnya.

Awal tahun ini, TikTok memperbarui Pedoman Komunitas dan Pedoman Pengguna TikTok terkait konten berbasis AI.

Kedua kebijakan tersebut mengharuskan pengguna untuk memberi label pada konten buatan AI yang berisi gambar, audio, atau video realistis, dengan tujuan membantu pemirsa menempatkan video tersebut dalam konteksnya dan mencegah potensi penyebaran konten yang menyesatkan.

Bisa di Take Down

Pertama, pembuat konten harus memberikan label khusus untuk konten video/gambar yang di buat seluruhnya atau banyak di modifikasi menggunakan alat AI.

Kedua, klasifikasi konten AI ini sebaiknya di gunakan untuk memudahkan pengguna mengetahui perbedaan antara konten asli dan konten yang di buat atau di modifikasi oleh AI.

Ketiga, TikTok dapat menghapus video pseudonim, jika pengguna membuat konten AI dengan hasil realistis tanpa memberikan informasi pribadi.

Bersamaan dengan fitur kategorisasi manual, TikTok mengumumkan bahwa mereka akan mulai menguji cara untuk secara otomatis mengkategorikan konten yang di buat atau di edit oleh AI.

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan membuka peluang kreatif yang sangat luas. Meski demikian, TikTok tidak memungkiri bahwa teknologi AI berpotensi membingungkan atau menyesatkan pemirsa jika tidak mengetahui bahwa konten tersebut di buat atau di edit menggunakan alat AI.

Hal ini sudah beberapa kali terjadi di TikTok. Misalnya saja ketika pengguna mengunggah konten viral berupa lagu “Heart on My Sleeve” dengan suara penyanyi Drake dan The Weeknd.

Lagu tersebut menjadi viral dengan 20 juta views di Twitter dan 11 juta views di TikTok. Namun kenyataannya, lagu tersebut tidak orisinal karena di buat menggunakan salinan persis suara artisnya dengan kecerdasan buatan.

Perangkat lunak kloning suara AI juga telah di gunakan untuk meniru suara Taylor Swift. Audio yang di reproduksi di gunakan dalam konten Taylor Swift untuk menghina orang, membuat marah Kim Kardashian, dan menyemangati penggemar. Faktanya, konten tersebut tidak orisinal karena di buat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Menurut TikTok, memberi label pada konten yang di hasilkan oleh AI membantu mengatasi masalah ini, dengan memperjelas kepada pemirsa ketika konten di ubah atau di modifikasi secara signifikan oleh teknologi AI.

Baca Juga: Viral WNA Panjat Pagar Bandara di Bali Karena Ikuti Google Maps

Artikulli paraprakViral WNA Panjat Pagar Bandara di Bali Karena Ikuti Google Maps
Artikulli tjetërFitur Baru Whatsapp Peringatan Buat Kreator Ada Pembatasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini