Beranda Politik Ternyata Ini Alasan Mengapa PDIP dan Demokrat Tidak Bisa Bersatu

Ternyata Ini Alasan Mengapa PDIP dan Demokrat Tidak Bisa Bersatu

113
0
Ternyata Ini Alasan Mengapa PDIP dan Demokrat Tidak Bisa Bersatu

Geworth Poltracking Indonesia tidak yakin Partai Demokrat dan PDIP akan berkoalisi dalam pemilihan presiden 2024 mendatang. Sebab, Poltracking Indonesia menyebut kemungkinan ada matahari kembar.

Sebutan Matahari Kembar yang dimaksud bukan Ganjar Pranowo dan Agus Harimurti Yudhoyono melainkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.

Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi mengatakan, pemahaman tersebut masuk akal karena Megawati masih menjabat sebagai ketua umum PDI Perjuangan, sedangkan SBY masih dekat dengan Partai Demokrat meski sudah tidak lagi menjadi presiden.

Arya menegaskan, aliansi itu dibentuk atas dasar logika elite partisan. Meski di permukaan komunikasi antar kader terlihat sangat intim, namun keputusan akhir tetap berada di tangan elit.

Koalisi politik tidak dapat dibangun secara langsung. Apalagi untuk memperebutkan kaliber pemilihan wakil presiden.

Arya menjelaskan, kerja sama merupakan aliansi yang juga harus dilandasi oleh bargaining power masing-masing pihak. Semakin tinggi kekuatan negosiasi, semakin besar potensi kerja sama. PDIP dan partai Demokrat masih berpeluang untuk berkoalisi. Namun, mereka cenderung lebih kecil

Apalagi, Arya menilai PDIP tidak terlalu membutuhkan mitra aliansi untuk mendaftarkan capres dan cawapres di KPU.

Sebelumnya, petinggi PDIP dan partai Demokrat sudah berkomunikasi di Senyan. Presiden DPP PDIP Puan Maharani memimpin perwakilan, sedangkan partai Demokrat dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono.

PDIP juga berkuasa, sementara Partai Demokrat menjadi oposisi selama sepuluh tahun terakhir.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah menyebut AHY sebagai salah satu calon cawapres yang sedang dipertimbangkan. Setidaknya ada sembilan nama lain yang sedang diproses dan dibahas oleh PDIP untuk menjadi pendamping Ganjar Pranowo.

Demokrat angkat bicara

Ketua Umum Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elistiánto Dardak juga membuka peluang Partai berkoalisi dengan Partai Demokrat Progresif. Isu tersebut mengemuka setelah bertemu Sekjen kedua pihak beberapa waktu lalu.

Emile mengatakan, sebagai koalisi, jelas Partai berkoalisi untuk perubahan, yang memimpin calon presiden (calon) Anis Baswedan. Sementara itu, DPP mengusung Jangar sebagai capres.

Emil mengatakan, ada hal baik yang bisa diambil dari pertemuan antara Sekjen Partai Teoko Rifke dengan Sekjen Partai Progresif Hasto Christianto. Ia mengatakan, semua senang karena bisa rukun dan rukun untuk memastikan pesta demokrasi yang baik ke depan.

Baca Juga: Azriel Hermansyah Ikut Jejak Kris Dayanti Masuk Dunia Politik

Artikulli paraprakErick Thohir Pimpin Komite Wasit PSSI dan Komite Disiplin
Artikulli tjetërCerita Seniman Tato di Bali Banyak yang Minta Tato di Kemaluan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini