Beranda Travel Benarkah Hujan Berhari-hari di Bali Disebabkan Lahir Bayi Kembar?

Benarkah Hujan Berhari-hari di Bali Disebabkan Lahir Bayi Kembar?

102
0
Benarkah Hujan Berhari-hari di Bali Disebabkan Lahir Bayi Kembar?

Geworth Bali mendapat cuaca buruk, hujan turun selama beberapa hari. Fenomena alam ini juga di kaitkan dengan lahirnya anak kembar tiga di Gianyar Bangli. Apakah ini benar?

Viral di media sosial terkait kelahiran anak kembar tiga di Bali yang di kaitkan dengan curah hujan hampir di seluruh wilayah Bali. Bagi kepercayaan masyarakat Bali, kelahiran anak kembar tiga merupakan anugerah dari Sang Pencipta yang di tandai dengan turunnya hujan selama berhari-hari.

Bahkan, fenomena kepercayaan ini tersebar melalui berbagai media sosial dan di akui oleh masyarakat Bali. Anak kembar tiga laki-laki pertama lahir di Gianyar dan kembar tiga perempuan kedua di Bangli.

Salah satu akun TikTok bernama Kadek memviralkan kelahiran kembar dan mengaitkan fenomena alam tersebut dengan kepercayaan para tetua Bali kuno.

“Dari kepercayaan para sesepuh, jika ada kelahiran aneh seperti kembar kembar, kembar dengan kembar persis, akan di sertai hujan deras selama berhari-hari, itu pertanda berkah bumi, dan ternyata di Gianyar kembar lahir dan Pangli kembar ya kembar,” kata Ana Kadik Mirtayasa, Minggu (8/7/2023).

Menurutnya, video yang di unggah di media sosialnya kemudian menjadi viral sebagai pengingat bahwa masyarakat Bali masih kuat dan percaya dengan perkataan leluhurnya dahulu.

“Saya berharap bayi kembar yang baru lahir akan di berkati dengan surga dan bumi dan selamat,” katanya.

Terkait fenomena tersebut, sarjana sastra Pali, Ida Bagus Putra Manik Ariana, menjelaskan hingga saat ini belum ada literatur yang menulis tentang hal tersebut. Apalagi jika di kaitkan dengan hujan deras yang turun akhir-akhir ini.

“Dulu, pada zaman kerajaan, jika dinasti Japa (kembar laki-laki dan perempuan) melahirkan, itu di sebut litte dan bencana akan terjadi. Sedangkan jika Triwangsa mengeluarkan saudara kembar, itu di sebut berkah,” ujarnya. . Manik Ariana, yang juga Dosen Sekolah Tinggi Bahasa dan Sastra, Ondiksha. Ini Singapura.

Namun seiring berjalannya waktu, hal ini di anggap diskriminatif dan di hapuskan oleh Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) pada tahun 1970-an.

Bayi kembar tiga pertama lahir di Rumah Sakit Ary Kanti, Ubud, Kabupaten Gianyar, Jumat (23/6/2023). Dari postingan di akun media sosial Instagram Ari Canti, bayi pasangan Kadek Wijana dan Febri Lestari asal Desa Bonjaka, Tegallalang, Gianyar, lahir pada pukul 12.29 WITA melalui operasi caesar.

Kelahiran kembar kedua itu terjadi di Kabupaten Bangli, Kamis (6/7/2023). Anak kembar tiga dari Ni Wayan Arnita dan I Ketut Suandika warga Desa Songan Kintamani ini lahir pada pukul 02.04 WITA.

“Bayi pertama lahir dengan berat 1335 gram. Semenit kemudian, bayi kedua lahir dengan berat 2000 gram. Sedangkan bayi ketiga lahir pada pukul 02.07 WITA dengan berat 1775 gram,” ujar Ari Sukma. Di ketahui, melahirkan anak kembar tiga di RSU Bangli merupakan kejadian langka.

Baca Juga: [CEK FAKTA] Pilot Hindari Segitiga Bermuda

Artikulli paraprakGanjar Pranowo dan Mahfouz Md Bertemu Bahas Pilpres
Artikulli tjetërWhatsapp Kembangkan Fitur Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini