Beranda Health Bio Farma Bicara Nasib Vaksin IndoVac Jika Darurat COVID-19 RI Dicabut

Bio Farma Bicara Nasib Vaksin IndoVac Jika Darurat COVID-19 RI Dicabut

84
0
Bio Farma Bicara Nasib Vaksin IndoVac Jika Darurat COVID-19 RI Dicabut

Geworth – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mencabut Pernyataan Darurat Internasional (PHEIC) untuk COVID-19 secara global pada 5 Mei. Pencabutan ini bukan berarti COVID-19 berakhir sebagai ancaman atau pandemi kesehatan global, melainkan hanya darurat.

Namun, keadaan darurat terkait COVID-19 belum dibatalkan di Indonesia sendiri. Namun jika dibatalkan, akan ada beberapa perubahan yang akan dilakukan pemerintah, salah satunya terkait vaksinasi yang tidak lagi wajib dan akan ditanggung. Lantas, apa yang akan terjadi dengan vaksin COVID-19 produksi dalam negeri IndoVac?

Iwan Setiawan, Head of Corporate Communication Department Bio Farma mengatakan produksi vaksin COVID-19 tetap mengikuti kebijakan dan persyaratan Kementerian Kesehatan. Begitu pula jika nantinya status darurat RI dicabut, produksi vaksin tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan Kementerian Kesehatan RI.

“Namun saat ini kami masih on the track yaitu sesuai dengan tuntutan kebutuhan Kemenkes saat ini. Adapun ke depannya kembali lagi ke Kemenkes,” ujarnya. Di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/5/2023).

Iwan juga mengungkapkan, pihaknya belum mendapatkan instruksi atau update khusus dari Kemenkes, sehingga produksi vaksin saat ini masih sesuai kebutuhan.

“Yang jelas kita ini BUMN, dan selama ini kita dukung kebutuhan lokal, kita sesuai dengan Kemenkes. Kita dari segi izin atau regulasi masih untuk kepentingan dalam negeri. Artinya kita sudah ada EUA , kemarin kita bisa perkuat, jadi adaptasi ini”. Ujarnya.

“Saat ini kami masih on the track dalam artian sesuai dengan kebutuhan Kemenkes saat ini. Adapun ke depannya, kami akan kembali ke Kemenkes,” imbuhnya.

Seperti diketahui, IndoVac merupakan vaksin COVID-19 berbasis teknologi subunit protein rekombinan yang digunakan sebagai imunisasi efektif terhadap COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. IndoVac juga telah mendapatkan Fatwa Halal, MUI dan Sertifikasi Halal dari BPJPH, Kementerian Agama dan merupakan produk lokal karya Anak Bangsa dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 89,84 persen.

Selain itu, vaksin ini diproduksi oleh Bio Farma dan telah dapat memperoleh Emergency Use Approval (EUA) atau Izin Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Benarkah Banyak Konsumsi Makanan Asin Buat Wajah Jadi Bengkak?

Artikulli paraprakDesta Mahendra Resmi Gugat Cerai Isrtinya Natasha Rizki
Artikulli tjetërJohnny G Plate Naik Mercedes-Maybach, Mobil Super Mewah dan Langkah di RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini