Beranda Health Daftar Riwayat Ancaman Mogok Nakes Tolak RUU Kesehatan

Daftar Riwayat Ancaman Mogok Nakes Tolak RUU Kesehatan

66
0
Daftar Riwayat Ancaman Mogok Nakes Tolak RUU Kesehatan

Geworth – Undang-Undang Kesehatan (RUU) telah menjadi hukum formal. Pengesahan tersebut di lakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI (paripurna) Sidang Paripurna 5 Sidang 2022-2023, Selasa (11/7/2023).

Namun, proses pengesahan RUU Kesehatan tidak mulus karena di tolak oleh banyak organisasi profesi. Mereka bahkan mengancam akan mogok jika undang-undang kesehatan terus di sahkan.

Terkait aksi mogok tersebut, Ketua Umum Ikatan Perawat Indonesia Harif Fazullah mengatakan, waktu pastinya masih dalam tahap konsolidasi. Di antara para profesional yang berpartisipasi dalam pemogokan adalah dokter, perawat, dokter gigi, bidan, dan apoteker.

Namun, Harif menegaskan jika aksi mogok di lakukan, pelayanan kesehatan warga tidak akan berhenti. Masih ada layanan yang harus di jalankan, salah satunya unit gawat darurat atau emergency unit.

“Kalaupun mogok, kami tetap memberikan pelayanan, ada gawat darurat, ICU, gawat darurat anak, bedah darurat,” kata Harif saat di temui di depan gedung MPR/DPR Ri, Jakarta, Selasa. 7/2023).

Sementara itu, untuk layanan non-darurat atau opsional, pemogokan dapat di jadwalkan.

Ini bukan pertama kalinya ancaman ini terjadi hari ini. Sebelumnya juga terjadi aksi mogok beberapa organisasi profesi sebagai demonstrasi menolak RUU Kesehatan.

Selama demo tagihan kesehatan pada 8 Mei 2023

Pada 8 Mei lalu, lima organisasi profesi kesehatan menggelar aksi demo penolakan RUU Kesehatan di sejumlah titik di Jakarta. Lima organisasi profesi kesehatan tersebut adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Dalam acara tersebut, kelima organisasi profesi tersebut menuntut agar pembahasan UU Kesehatan Komprehensif segera di hentikan. Mereka mengancam mogok nasional pada 14 Mei 2023 jika tujuan mereka tidak tercapai.

“Rencana kami, jika tuntutan kami tidak di penuhi, akan di lakukan mogok nasional,” kata salah satu peserta, “Di jadwalkan pada 14 Mei sebelumnya akan ada surat seruan mogok nasional jika tuntutan kami tidak di penuhi. ” Dr Dalia Nadyk kepada wartawan, Senin (5/8/2023).

Demo RUU Kesehatan Jilid 25 Juni 2023

Demonstrasi penolakan RUU Kesehatan kembali di gelar pada 5 Juni 2023. Massa tenaga kesehatan yang mengaku mewakili lima organisasi profesi antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memenuhi jalan di depan gedung DPR RI.

Keluhan yang di lontarkan dalam aksi unjuk rasa masih sama seperti sebelumnya, yakni mendesak agar pembahasan RUU Kesehatan Komprehensif segera di hentikan.

Menurut juru bicara demonstrasi, Dr. Bani Satria pada saat itu, organisasi profesi tidak di libatkan dalam pembahasan dan RUU kesehatan yang komprehensif terkesan tergesa-gesa di kerjakan. Jika tuntutan itu tidak di indahkan, petugas kesehatan mengancam layanan kesehatan pada akhirnya akan terhenti akibat aksi mogok kerja nasional.

“Kami tegaskan ini aksi terakhir kami dan setelah itu ternyata mengarahkan seluruh anggota untuk mogok kerja jika pemerintah terus mengabaikan dan tetap tidak menanggapi tuntutan kami hari ini,” kata Dr Beni, Jakarta Pusat. Senin (5/6)

Baca Juga: 3 Gejala Terjadinya Kolesterol Tinggi

Artikulli paraprakUmi Pipik Dukung Anak-anak Jika Ingin Nikah Muda
Artikulli tjetër[CEK FAKTA] Biaya Pembuatan SIM di Jepang Sebesar 40 Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini