Beranda Travel Gunung Rinjani Kebakaran 2 Jalur Pendakian Terpaksa Ditutup

Gunung Rinjani Kebakaran 2 Jalur Pendakian Terpaksa Ditutup

105
0
Gunung Rinjani Kebakaran 2 Jalur Pendakian Terpaksa Ditutup

Geworth – Kebakaran di Gunung Rinjani meluas. Kini, dua jalur pendakian gunung di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) di tutup karena alasan keamanan.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) telah menutup dua jalur pendakian di Aik Berik dan Tetebatu karena meluasnya kebakaran di jalur tersebut. Penutupan jalur pejalan kaki tersebut terhitung mulai Senin (8/7/2023) tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: PG.1158/T.39/TU/KSA/8/2023.

Kepala Balai Besar TNGR Didi Asryadi menjelaskan penutupan jalur pendakian Aik Berik dan Tetebatu di laksanakan hingga waktu yang belum di tentukan. Dan katanya pada Senin malam (7/8/2023), “sampai di nyatakan aman untuk aktivitas pendakian.”

Jalur Pendakian Aik Berik terletak di Desa Aik Berik, Batukliang Utara, Lombok Tengah. Sementara itu, Jalur Pendakian Tetebatu terletak di Desa Tetebatu, Sikur, Lombok Timur. Gunung Rinjani sendiri memiliki beberapa jalur pendakian lainnya seperti jalur Torean, Senaru dan Sembalun.

Dwi Pangestu, Kepala Balai Pengelolaan Taman Nasional Kabupaten 1 Balai TNGR, mengatakan penutupan dua jalur pendakian itu di tujukan bagi wisatawan yang akan berwisata ke Gunung Rinjani.

“Nanti yang mendaftar melalui dua jalur (Aik Berek dan Tetebatu) akan kami alihkan ke jalur lain seperti Sembalun, Senaru dan Torean,” ujarnya.

Pemadaman Kebakaran Berlanjut

Dwi Pangestu menjelaskan, hingga Senin (7/8/2023), petugas gabungan kantor TNGR, Polri dan TNI masih berupaya memadamkan api di Gunung Rinjani. Tim gabungan terdiri dari tiga kelompok yang terdiri dari 18 orang.

“Pemadaman listrik masih kita lakukan hari ini (Senin). Ada tim yang naik dari jalan Ik Brik dan Tetabatu,” kata Dwi. Tim gabungan masih menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api merah di titik yang bisa di jangkau.

Api Sulit Dipadamkan

Dwi menjelaskan, api sulit di padamkan karena angin bertiup sangat kencang. Bahkan, titik api meningkat.

Semula, lanjut Dwi, ada empat titik api. Namun, hingga Senin, titik api baru muncul di Jalan Tetebatu.

Menurut hasil pantauan CCTV, api juga terus menjalar ke sisi kiri dan kanan jalur pendakian di Aik Berik, di ketinggian 2400 meter di atas permukaan laut (MDPL).

“Api sulit di padamkan karena angin kencang,” kata Dwi.

Api bermula di Aik Brick Road sejak Jumat pagi (4/8/2023). Pada saat itu, api terpantau pada 8.442740°LS dan 116.388820°BT, 2.100-2.600 MDPL

Baca Juga: Kualanamu Airport Buka Penerbangan Batik Air ke Chennai India Bulan Ini

Artikulli paraprakSimak Cara Setor Uang Tunai Via QRIS Mudah dan Praktis
Artikulli tjetërPSI dan Prabowo Subianto Mesra, Gerindra Sebut Tidak Merasa Hebat Sendiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini