Beranda Internet Peluncuran Satelit Satria-1 Akan Meningkatkan Pemerataan Akses Internet di Seluruh Indonesia

Peluncuran Satelit Satria-1 Akan Meningkatkan Pemerataan Akses Internet di Seluruh Indonesia

82
0
Peluncuran Satelit Satria-1 Akan Meningkatkan Pemerataan Akses Internet di Seluruh Indonesia

Geworth – Keberhasilan peluncuran satelit dari kantor pusat SpaceX di Florida, AS menjadi bukti era baru bagi Indonesia. Peluncuran satelit Satria-1 akan meningkatkan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Seperti di ketahui, Presiden Jokowi terus mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di daerah terpencil, pinggiran, dan perbatasan (3T). Salah satunya dengan infrastruktur komunikasi yaitu satelit.

Anggaran Rp 8 triliun

Proyek satelit Satria-1 merupakan proyek public-private partnership (PPP) yang telah di rencanakan sejak 2017. Proses pembuatan satelit tersebut di lakukan oleh pabrikan dirgantara asal Prancis, Thales Alenia Space (TAS). Proses produksi satelit akan di mulai pada September 2020 hingga Mei 2023.

Setelah di produksi, satelit dengan berat 4,6 ton dan tinggi 6,5 meter di kirim melalui transportasi laut selama 17 hari dari Cannes, Prancis selatan, ke Cape Canaveral. Saat ini, satelit tersebut berada di Fasilitas Pemrosesan Muatan SpaceX.

Proyek ini menelan biaya pemerintah 8 triliun rupee.

“Kami yakin peluncuran satelit Satria-1 akan mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara mitra strategis kami,” ujar Sufyan Jalil.

Mempercepat ekonomi di gital

Indonesia kini resmi memiliki satelit 150Gbps yang di sebut satelit Satria-1. Secara kapasitas, satelit Satria-1 merupakan yang terbesar di Asia dan terbesar kelima di dunia.

Satelit Satria 1 sendiri di luncurkan di markas SpaceX Florida, AS pada 18 Juni 2023 pukul 18.21 waktu setempat. Proyek satelit KPBU yang melibatkan Kominfo dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini menjadi kebanggaan tersendiri, termasuk Dubes RI untuk Amerika Serikat Rosan P Roslani.

“Ini adalah langkah Indonesia dalam menciptakan pemerataan infrastruktur digital. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan bangga meluncurkan Satria 1,” kata Rosen di Florida, AS, Minggu (18/6/2023). Ia mengungkapkan, dari data Temasek dan Google, pada 2022 Indonesia akan memiliki ekonomi digital senilai US$77 miliar. Angka ini di perkirakan mencapai US$130 miliar pada 2025. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki peran sebesar 43 persen dari ekonomi digital ASEAN.

Mawar Harapan

Dari data tersebut, Rozan berharap peluncuran Satria-1 menjadi tahapan bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.

“Ke depan, Satria 1 di harapkan dapat mengakselerasi perkembangan ekonomi digital dan menciptakan banyak lapangan kerja,” imbuhnya.

Satria-1 nantinya akan di desain untuk menyediakan layanan internet di berbagai pelosok Indonesia. Masuknya internet di desa, saran Roseanne, dapat membantu meningkatkan perekonomian desa itu sendiri.

Ia menutup dengan mengatakan, “Bisa membantu UMKM untuk meningkatkan dan meningkatkan SDM warga di daerah 3T.”

Baca Juga: Bupati Iti Minta Jaringan Internet di Baduy Segera Putuskan

Artikulli paraprakDijanjikan Upah 40 Juta Pria Ini Ditahan Akibat Bawa Sabu Pakai Mobil Travel
Artikulli tjetërSamsung Luncurkan Gadget Baru di Galaxy Unpacked

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini