Beranda Internet Tanggapan Kemenkominfo Warga Baduy Minta Sinyal Internet di Matikan

Tanggapan Kemenkominfo Warga Baduy Minta Sinyal Internet di Matikan

83
0
Tanggapan Kemenkominfo Warga Baduy Minta Sinyal Internet di Matikan

Geworth – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) buka suara terkait permintaan warga Baduy yang ingin mematikan sinyal internet di Kabupaten Baduy Dalam.

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Osman Kansong mengatakan, pihaknya menghormati permintaan masyarakat Baduy dan akan menindaklanjutinya.

Pada Sabtu malam (10/6/2023), dia berkata: “Pada prinsipnya, kami menghormati permintaan Martial Chief Baduy untuk memutus internet yang masuk ke Baduy Dalam.”

Namun, menurut Osman, Kementerian Komunikasi dan Informatika masih menunggu surat dari pemerintah Kabupaten Lebak (Pemkab) yang belum di terimanya.

“Pemerintah Kabupaten Lebak mengatakan telah menerima pesan dari kepala adat masyarakat Baduy dan mengatakan akan meneruskan pesan tersebut ke Kominfo. Jadi, kami masih menunggu pesan tersebut,” kata Osman.

Jika surat di terima, lanjut Osman, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengundang operator seluler untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.

Penghentian termasuk operator seluler

Kementerian Komunikasi dan Informatika menduga sinyal internet yang hendak di putus masyarakat Baduy adalah jaringan sinyal internet yang sudah berfungsi.

“Dan yang sudah berjalan di operasikan oleh operator seluler. Jadi kita duduk bersama mencari solusi, apakah kita akan memutus internet dari Baduy Dalam,” kata Osman.

Dalam pembahasan itu, para pihak yang terlibat akan memutuskan teknis pelaksanaan pemutusan hubungan kerja, apakah di potong atau di pindahkan ke wilayah sekitarnya.

“Kalau berhasil, maka bukan di Kemenkominfo, tapi di operator seluler. Dan kita harus duduk bersama karena Kominfo dalam hal ini regulator,” ujarnya.

“Dari segi teknis, (mencabut sinyal internet) itu sulit dan butuh upaya khusus,” katanya, Sabtu (10/6/2023).

Misalnya, kata Alfons, dengan memblokir atau menonaktifkan frekuensi pengiriman akses nirkabel.

“Wi-Fi atau seluler bisa kita blokir dengan perangkat tertentu. Nanti gelombang satelit harus di blokir,” ujarnya.

“Alatnya baru lagi karena ada Starlinknya,” tambah Alfons.

Permintaan masyarakat Baduy

Sebelumnya, Front Baduy Kolot di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menyetujui permintaan pemutusan sinyal internet dari wilayah mereka.

Usulan ini di sampaikan Presiden Ada Baudy Institute kepada Bupati Lebak melalui surat.

Alasan pemutusan sinyal internet tersebut karena di anggap berdampak buruk bagi generasi Baduy selanjutnya, khususnya di wilayah Baduy Dalam.

Kehadiran sinyal internet memudahkan generasi muda untuk mengakses berbagai aplikasi dan konten non-edukasi.

Permintaan penghapusan tanda di prioritaskan untuk wilayah Baduy Dalam yang meliputi Desa Cikeusik, Cibeo dan Cikartawana.

“Di luar (Baduy) usaha masih banyak, jadi masih perlu usaha online,” kata Lurah Kanekes Saija, Jumat (6/8/2023).

Usulan tersebut di sambut baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebab, Imam Rismahyadin.

Baca Juga:Bukti Perselingkuhan Inge Anugrah Sudah Ada di Tangan Ari Wibowo 

Artikulli paraprakPolisi Tilang Bule Amerika yang Bawa Angkutan Umum di Bali
Artikulli tjetërYG Entertainment Respons Isu Jennie Blackpink Gabung ke Marvel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini