Beranda Otomotif Penyakit yang Sering Menimpa Mobil Matic, Mungkin Ini Biang Keladinya

Penyakit yang Sering Menimpa Mobil Matic, Mungkin Ini Biang Keladinya

72
0
Penyakit yang Sering Menimpa Mobil Matic, Mungkin Ini Biang Keladinya

Geworth – Memiliki mobil bertransmisi matic atau otomatis harus mengetahui resiko kerusakan yang biasa terjadi. Banyak pemilik mobil matic yang lalai dalam perawatan sehingga menyebabkan komponen matic mengalami kegagalan fungsi. Biaya perbaikannya juga tidak murah.

Mostar, pegawai bengkel MStar di Bekasi yang biasa menangani masalah matic pada mobil berbagai merek seperti Isuzu Panther, mengatakan banyak penyakit yang biasa diderita mobil matic. Mulai dari tidak bisa masuk persneling, dendeng-shifting, disebut juga dendeng, hingga lag.

“Jadi tunda-tunda, kadang nunggu panas nyala, baru mulai kerja. mundur,” kata Mostar kepada detikcom saat ditemui di bengkelnya yang terletak di Jl. Inspeksi Kalimalang, Gandasari, Cipetung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Seringkali masalah transmisi otomatis di mana tuas persneling kasar atau tersentak-sentak, kata Mostar. Masalah ini dapat diperbaiki dengan membersihkan komponen atau mengganti komponen mobil yang aus.

“Kalau masalah mentok, kemungkinan seal kopling bocor, kalau body valve yang mengatur perpindahan gigi tidak kotor,” jelas Mostar.

Sementara kalau transmisi otomatis nge-lag jadi harus nunggu panas nendang, biasanya mampet.

“Kalau telat, kadang di saringan, kadang cenderung mampet. Kalau mampet, ditunggu panasnya sampai semua oli bersirkulasi lewat semua lubang, baru bisa jalan,” ujarnya.

Sementara kalau masalah selip atau tidak mau pindah gigi, biasanya karena seal, plat kopling, atau bahkan auto-shifter yang rusak.

Untuk menghindari masalah transmisi otomatis, Mustar merekomendasikan perawatan transmisi otomatis secara berkala. Paling tidak, ganti oli matic secara rutin setiap 20.000 km. Tak hanya itu, oli matic juga perlu dikuras setiap 40.000 km.

Baca Juga: Marquez Belum Yakin Kembali ke Le Mans

Artikulli paraprakBegini Tanggapan Dokter Paru Soal Kemacetan Lalu Lintas Jakarta yang Buat Populasi
Artikulli tjetërPrediksi AC Milan Vs Inter Milan: Kemungkinan Titik Ketat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini