Beranda Internet Tips Menghindari Supaya Anak Tidak Terjerumus ke Dunia Digital

Tips Menghindari Supaya Anak Tidak Terjerumus ke Dunia Digital

81
0
Tips Menghindari Supaya Anak Tidak Terjerumus ke Dunia Digital

Geworth Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari banyak sumber yang dapat di akses melalui komputer dan perangkat kompleks lainnya. Sangat penting di era digitalisasi seperti sekarang untuk mengajarkan literasi digital kepada anak-anak.

Bagi Shafira Adlina, seorang blogger yang fokus pada dunia parenting, ia menemukan bahwa literasi digital sebenarnya tidak hanya erat kaitannya dengan teknologi, tetapi juga keinginan untuk belajar dan kemampuan berpikir kritis juga kreatif dan inovatif di dunia digital.

“Sebagai orang tua, sudah sewajarnya kita terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi digital anak-anak,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin, 19 Juni 2023.

Berikut tips Shafira untuk membangun pondasi literasi digital bagi anak yang tentunya sangat penting untuk di dukung dengan teknologi Indihome dan internet cepat Telkom Indonesia:

1. Ajari anak untuk menjaga penglihatannya

Hal pertama yang perlu di rangkum, mempersiapkan anak untuk memasuki dunia digital bukan berarti harus memberikan alat-alat tersebut sejak kecil. Namun, ajari anak jika penggunaan gadget memiliki waktu dan batasan untuk itu.

Akses internet juga harus di batasi untuk mencegah anak-anak melihat situs web yang tidak di inginkan. Prinsip yang ingin di tekankan kepada anak adalah mengajarkan mereka untuk menjaga penglihatan dan menjaga kemaluan.

Karena jika otak anak rusak, alat kelaminnya tidak bisa di kendalikan. Jika orang tua tidak membicarakannya, anak-anak tidak tahu bagaimana harus bertindak.

2. Membangun komunikasi dengan anak

Prioritaskan komunikasi daripada alat. Misalnya, berbicara dengan anak setiap pulang sekolah atau beraktivitas. Hal-hal kecil di sekolah seperti tugas yang menumpuk, teman yang menyebalkan, atau guru yang menyebalkan menjadi hal yang berat baginya.

Dengan begitu, anak akan merasa bahwa perasaannya di dengarkan. Anda juga bisa bertanya tentang perasaan anak. Misalnya, tanyakan bagaimana perasaannya hari itu, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang membuatnya sedih. Dengan cara ini, otomatis anak akan dengan mudah memberi tahu orang tuanya setiap kali merasakan sesuatu.

Orang tua juga harus memberikan alternatif lain ketika anak hanya sebatas membawa alat. Aku tidak bisa jika ibu atau ayah tidak ada di rumah. Tidak bisa jika ibu atau ayah tidak ada di rumah. Misalnya mengikuti les renang, bermain basket, futsal, gitar, atau apapun yang di sukai anak-anak.

3. Menemani anak-anak saat berselancar di Internet

Hal pertama yang harus di lakukan saat memperkenalkan anak ke dunia online adalah tinggal bersama mereka. Bagi anak-anak yang lahir di dunia digital, tidak mungkin sama sekali tidak di kenalkan dengan dunia online. Namun, bukan berarti hanya orang tua yang memberikan alat dan internet tanpa pijakan dan pengawasan.

Alasan untuk meningkatkan sumber belajar dengan literasi digital juga harus secara tertulis dengan mempertimbangkan orang tua. Apalagi anak di bawah 7 tahun yang otaknya belum berkembang sempurna. Wajar jika orang tua mendampingi dan mengawasi apa yang di akses dan di tonton anak.

“Saya suka sedih ketika menemukan anak-anak yang di biarkan menonton YouTube, shorts, TikTok atau video pribadi lainnya dengan bebas. Saya bisa membayangkan konten yang tidak sejalan dengan nilai dan budaya oriental terekam di mata dan pikiran. anak di bawah umur, ”jelas Shafera.

Baca Juga: Peluncuran Satelit Satria-1 Akan Meningkatkan Pemerataan Akses Internet di Seluruh Indonesia

Artikulli paraprakPindah ke Irlandia Uang Miliaran Menunggu
Artikulli tjetërMenakjubkan Google Lens Bisa Deteksi Kondisi Kulit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini