Beranda Politik Respons Senior PDIP Soal Perkataan Luhut Binsar Pandjaitan Jangan Gampang Judge Politik

Respons Senior PDIP Soal Perkataan Luhut Binsar Pandjaitan Jangan Gampang Judge Politik

55
0
Respons Senior PDIP Soal Perkataan Luhut Binsar Pandjaitan Jangan Gampang Judge Politik

Geworth – Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Perikanan Luhut Binsar Pandjaitan bertanya-tanya, di tahun politik seperti ini tidak mudah untuk menilai seseorang, apalagi menyebut mereka pengkhianat dan pengkhianat. Menanggapi hal tersebut, kader senior PDIP, Hendrawan Supratikno angkat bicara soal etika bernegara dan etika bernegara.

Saat di hubungi, Minggu (19/11/2023), Henderawan mengatakan, “Secara etika, apa yang di sampaikan Pak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) ada benarnya. Saya senang Pak LBP mengutamakan aspek etika dalam setiap perhelatan demokrasi kita. ”

Meski demikian, Hendrawan Luhut mengingatkan tentang etika dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini juga di sebutkan dalam TAP MPR Nomor 6 Tahun 2001, ujarnya.

“Jangan lupa, kita masih punya Ketetapan Dewan Rakyat Indonesia Nomor 6 Tahun 2001 tentang Etika Dalam Kehidupan Berbangsa. Padahal, undang-undang yang mengatur penyelenggaraan demokrasi harus berlandaskan etika yang kokoh. etika,” ujarnya.

Anggota Komite Kesebelas DPR ini menegaskan, tanpa moralitas, negara tidak bisa maju dan unggul.

Di tambahkannya, “Tanpa itu, peristiwa demokrasi tidak akan melahirkan keadaban masyarakat yang merupakan tuntutan negara maju dan unggul.”

pernyataan Luhut

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan bertanya-tanya di tahun politik ini tidak mudah menilai seseorang. Apalagi, kata dia, menilai seseorang dengan menyebut dirinya ingus dan pengkhianat.

Hal itu di sampaikan Luhut melalui unggahan video di akun Instagram resminya, Sabtu (18/11), sembari memberikan komentarnya terkait situasi yang terjadi di tahun politik ini. Luhut mengingatkan kita untuk tidak saling bermusuhan jika kita mempunyai pandangan politik.

“Dan ingat, pintar-pintarlah membaca jam dan database, jangan membicarakan perasaan. Nanti kalau jatuh cinta, bicara perasaan saja,” kata Luhut.

Luhut kemudian menyarankan untuk memikirkan apa yang di tawarkan kepada Indonesia. Barulah kita di ingatkan untuk tidak mudah menghakimi atau menghakimi seseorang.

“Kamu Jangan mudah menilai orang lain, menyebut mereka penipu, menyebut mereka pengkhianat. Siapa yang mau jadi pengkhianat?” kata Luhut.

Artikulli paraprakBukan Mbappe, Manchester United Naksir Pemain PSG
Artikulli tjetërAbu Bakar Ba’asyir Bawa Surat Ingin Ketemu Gibran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini